Wakaf Solusi Penurunan Kemiskinan

  • Ahmad Edwar STAI KH. Abdul Kabier Serang-Banten
  • Rusma Permana STAI KH. Abdul Kabier Serang-Banten
Keywords: wakaf, kemiskinan, sarana ibadah dan sosial

Abstract

Wakaf adalah suatu amalan ibadah yang istimewa hal ini dikarenakan pahala wakaf akan terus mengalir walaupun pemberi wakap telah meninggal. Jadi amalan wakaf beda dengan amalan ibadah-ibadah yang lain, seperti: sholat, puasa, haji dan lain-lain yang pahanya terputus apabila orang tersebut meninggal dunia. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW bahwa apabila seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatanya kecuali tiga hal yaitu anak sholeh yang selalu medoakan orang tuanya, ilmu yang bermanfaat, amal jariah (wakaf) wakaf tidak hanya diperuntukan semata-mata untuk kepentingan sarana ibadah dan sosial saja tetapi juga diarahkan untuk memajukan kesejahteraan umum dengan cara mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi benda wakaf. Hal ini memungkinkan pengelolaan harta benda wakaf dapat memasuki wilayah kegiatan ekonomi dalam arti luas sepanjang pengelolaan tersebut sesuai dengan prinsip manajemen dan ekonomi Syariah. Karena itu untuk mengamankan harta benda wakaf dari campur tangan pihak ketiga yang merugikan kepentingan wakaf, perlu meningkatkan kemampuan Nazhir. Namun pengelolaan wakaf di Indonesia teryata belum maksimal.Ketidak maksimalnya pengelolaan wakaf tersebut banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah pemahaman masyarakat tentang wakaf, manajemen wakaf, harta yang diwakafkan dan nazdir masih kurang.Untuk itu perlu perubahan paradigma perwakafan kearah wakaf produktif dengan mengoptimalkan potensi wakaf dan kemudian memperdayakan semua asset wakaf secara produktif agar dapat memberikan kontribusi yang obtimal terhadap peningkatan kualitas hidup umat Islam.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-10-05
How to Cite
Edwar, A., & Permana, R. (2020). Wakaf Solusi Penurunan Kemiskinan. Zhafir | Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking, 2(2), 1-14. Retrieved from https://jurnal.kopertais1.or.id/zhafir/article/view/195