Pembelajaran Pendidikan Agama Islam [PAI] dan Transformasi Kemampuan Mengekspresikan Dieri Siswa

  • Nur Afif Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta
Keywords: penstiumulasian, Pengendalian

Abstract

Peserta didik adalah pribadi yang sedang belajar dan sedang memangsimalkan seluruh potensi yang dimiliki dengan stumulus yang diberikan oleh guru. Penstimulan ini dapat berjalan dengan maksimal apabila terdapat keserasian frekuensi. Dalam pembelajaran frekuensi antara pendidik dan peserta didik menjadi sesuatu yang penting, sehingga dengan hubungan mutualisme tersebut gairah pembelajaran dapat tercipta.
Salah satu tujuan pembelajaran adalah untuk membekali siswa agar dapat mengekspresikan ide kedalam tindakan nyata. Tindakan merupakan manifestasi dari kumpulan-kumpulan ide yang telah dikembangkan oleh siswa. Pembelajaran tanpa ada perkembangan ide dan perubahanan sikap hanya akan menghasilkan logika yang kaku dan prilaku yang kolot. Karena itu penstiumulasian kemampuan mengekspresikan diri menjadi penting, bukan saja sekedar merangsang siswa untuk bertindak terhadapapa yang sedang difikirkan, namu juga sebagai pengendalian atas segala tindakannya.
Kemampuan mengekspresikan diri dimaknai sebagai sarana penstimulasian kemampuan berpikir kritis siswa. Sehingga dengan kemampuan tersebut siswa bukan hanya pandai meniru dan mencontoh melainkan ia akan dapat menemukan dan memilih ide yang benar, tindakan yang baik dan hal-hal lain yang bermanfaat. Bagi siswa menjadi pintar adalah penting, tetapi dapat berbuat baik dengan pintar lebih penting.
Oleh karena itu, seorang anak harus mendapat pendidikan yang baik dari pendidik dan orang-orang di sekelilingnya dengan baik. Agar mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan bukan hanya perasaan senang terhadapa dirinya sendiri, melainkan perasaan senang yang mendorong untuk mematuhi orang yang mengarahkan dan membimbingnya sehingga anak hidup dalam pengaruh orang yang membimbingnya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-12-07