Pendidikan Inklusi Di Perguruan Tinggi

  • EE Junaedi Sastradiharja Institut PTIQ Jakarta
  • Farizal MS Institut PTIQ Jakarta
  • Maran Sutarya Institut PTIQ Jakarta
Keywords: Pendidikan, Inklusi, Warga Negara Berkebutuhan Khusus, Perguruan Tinggi

Abstract

Pendidikan Inklusi di Perguruan Tinggi: Studi Pada Pusat Kajian dan Layanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Politeknik Negeri Jakarta. Penelitian: Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.

            Kesimpulan penelitian ini dapat dipahami bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan landasan pendidikan inklusi baik landasan filosofis, yuridis maupun empiris. Prinsip-prinsip pendidikan inklusi juga dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadis nabi yang menggambarkan pendidikan inklusi pada masa Nabi Muhammad SAW. Pendidikan inklusi pada masa sahabat dapat kita telusuri melalui ulumul hadis yang menunjukan adanya para perawi hadis penyandang difabel khususnya tunanetra.

            Penelitian ini menemukan bahwa jumlah warga negara berkebutuhan khusus (WNBK) dengan ketersediaan dan kesiapan lembaga pendidikan tinggi dalam memfasilitasi WNBK masih terdapat kesenjangan, sehingga WNBK yang dapat mengakses pendidikan tinggi masih sangat terbatas. Indikasi ini dapat terlihat dari kebijakan PNJ mengenai pembatasan penerimaan mahasiswa WNBK dengan pertimbangan sumber daya manusia dan prasarana yang belum cukup untuk menampung mahasiswa dalam jumlah yang lebih banyak.

            Penulis juga menemukan langkah upaya implementasi pendidikan inklusi di PNJ melalui model kelas khusus penuh. Dalam model ini seluruh mahasiswa berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada perguruan tinggi reguler. Sementara mengenai kategori mahasiswa dalam kelas inklusi PNJ sebagian besar adalah slow learner di antaranya autisma ringan yang mengalami kesulitan belajar. Program inklusi di PNJ diselenggarakan pada satu jurusan yaitu Program Studi Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus (MP-WNBK). Program ini adalah program studi vocational yang melaksanakan Individual Education Program berdasarkan pada adapting thematic integrated curriculum untuk melatih, mendidik dan membekali mahasiswa agar dapat menguasai bidang yang sesuai kemampuan dan minat masing-masing dengan beban 25% pendidikan kognitif (knowledge) dan 75% keterampilan (skill).

Melalui penelitian ini penulis merekomendasikan pemenuhan hak memperoleh pendidikan dan mengupayakan berdirinya pendidikan inklusi di perguruan tinggi, dengan harapan agar masyarakat mampu melihat WNBK sebagai sebuah keragaman dalam masyarakat, di mana kelompok ini memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan masyarakat umum.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode fenomenologi. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-13